Indikator Penjaminan Mutu Satuan Pendidikan







Konsep penjaminan mutu bermula dari manajemen industri, namun konsep ini dapat diterapkan dalam bidang pendidikan karena pada hakekatnya penyelenggaranaan pendidikan itu analog dengan proses industri. Pendidikan dilakukan secara terus menerus dalam rangka perbaikan kelanjutan. Penilaian ini dilaksanakan oleh suatu badan atau organisasi yang bersifat eksternal dan internal. Penilaian yang bersifat eksternal berupa akreditasi dan sertifikasi. Sedangkan penilaian internal berupa monitoring dan evaluasi (Ali, 2015: 349).
Menurut Ali (2015: 357), yang dijadikan acuan dalam proses penjaminan mutu dibagi menjadi empat domain (ranah), yaitu:

  1. Manajemen dan organisasi, yang meliputi aspek-aspek kepemimpinan, perencanaan dan administrasi,pengelolaan staf, pengelolaan biaya, suumber daya dan pemeliharaannya, dan evaluasi diri.
  2. Pembelajaran, yang meliputi aspek-aspek kurikulum, pengajaran, proses belajar peserta didik, dan penilaian.
  3. Dukungan kepada peserta didik dan etos sekolah yang meliputi aspek-aspek bimbingan, pengembangan pribadi dan sosial peserta didik, dukungan bagi peserta didik yang memiliki kebutuhan khusus, hubungan orang tua dengan masyarakat, dan iklim sekolah.
  4. Indikator Penjaminan Mutu Satuan Pendidikan
  5. Prestasi belajar, yang meliputi asprk-aspek kinerja akademis dan non akademis.

____________________________________________
DAFTAR PUSTAKA
Ali, Mohammad, 2015, Ilmu Dan Aplikasi Pendidikan, Jakarta: Grasindo