Tantangan atau Hambatan Seorang Guru

Berbicara tentang Tantangan atau Hambatan Seorang Guru, cukup banyak bila dikaji secara mendalam. Tantangan atau Hambatan Seorang Guru disini maksudnya dalam kegiatan belajar-mengajar tentunya. Tantangan atau Hambatan Seorang Guru memiliki bagian-bagian tertentu. Oleh sebab itu, disini akan dirumuskan mengenai Tantangan atau Hambatan Seorang Guru. Lebih dulu perlu dibahas mengenai Tantangan bagi seorang guru. Adapun tantangannya antaralain sebagai berikut:






  1. Mencerdaskan anak bangsa bukan merupakan pekerjaan yang mudah, terlebih di era modern seperti saat ini. Tentu diperlukan pemikiran yang cukup dalam menyelesaikan tugas pokok guru.
  2. Guru tidak hanya mendidik intelektual anak didik saja, melainkan lebih dari itu, yakni mendidik kelakuan atau perilaku siswa. Ini juga turut menjadi tantangan seorang guru. Sebab, dikatakan demikian karena guru harus mampu menyeimbangi kegiatan mengajarnya dengan banyaknya siswa yang hadir di suatu kelas mengajarnya. Tentu akan didapati disana sini kesulitan, dan ini merupakan tangangan bagi seorang guru.
  3. Kurangnya media dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajarnya di kelas. Kekurangan media ini turut menjadi suatu momok yang mengkhawatirkan bagi pendidikan kita di masa mendatang. Media, yang hadirnya dengan tujuan mempermudah pembelajaran, kini sulit didapati di berbagai lembaga pelaksana pendidikan. Media itu perlu di hadirkan, karena pada era  modern ini, siswa atau peserta didik itu lebih cenderung nyaman dengan media-media yang ada. Oleh sebab itu, menjadi tantangan tersendiri bagi seorang guru untuk menyeimbangkan keadaan ini agar pembelajaran terlihat menarik dan terasa tidak membosankan.
  4. Peserta didik di era modern ini lebih cepat mendapatkan informasi dari internet. Internet itu sangatlah luas. Tidak sama perannya dengan buku-buku leterasi yang ada di suatu lembaga pendidikan, sebut saja misalnya perpustakaan. Internet itu dapat mendatangkan hal positif, namun dapat juga mendatangkan hal negatif. Maka oleh sebab itu, disini diperlukan peranan guru untuk menyeimbangkan keadaan ini. Bagaimana caranya agar peserta didik itu tidak terlalu mengidolakan internet, melainkan membiasakan diri untuk membaca buku-buku literasi.
Keempat poin di atas merupakan gambaran tentang keberadaan pendidikan kita di era modern ini. Internet itu menjadi sesuatu yang menakutkan bagi kita para guru, bahkan bagi kita orangtua siswa. Oleh sebab itu, menjadi tantangan tersendiri bagi seorang guru dalam hal menyeimbangkan keadaan modern ini. Bukan berarti semata-mata menafsirkan bahwa internet itu ada sesuatu yang buruh bagi siswa, memang internet itu juga dapat mendatangkan nilai postif, bahkan juga baik bagi siswa asalkan dalam pemakaiannya dipandu oleh orang yang dewasa dan yang lebih mengerti akan kebutuhan siswa di internet, yaitu guru dan orangtua siswa.

Setelah mengetahui tentang tantangan yang ada, maka lebih lanjut perlu diketahui mengenai hal apa saja yang menjadi hambatan guru. Perlu digaris bawani bahwa tantangan disini maksudnya adalah tangangan guru saat melakukan transfer ilmu atau mengajar di dalam kelasnya. Adapun berbagai hambatannya dapat dirumuskan pada poin-poin di bawah ini:

  1. Guru itu terhambat pada media mengajar yang dibutuhkan. Media, merupakan hal yang pokok dan tentunya yang harus dilengkapi guru saat mengajar di dalam kelas. Keadaan kurangnya media pembelajaran memang cukup sering dadapati. Walau demikian, guru juga tidak bisa serta merta bergantung pada hal yang demikian itu. Sebab, guru itu haruslah menciptakan medianya sendiri yang dapat dikuasainya secara utuh untuk disampaikan kepada peserta didik. Walau sederhana, hal itu cukup untuk membangun kesan baik dalam kegiatan belajar-mengajarnya.
  2. Internet menjadi hambatan bila dikaji dari tampilannya. Internet itu cukup luas. Apa saja yang dituliskan dalam kolom pencarian di internet, maka berjuta-juta tulisan akan muncul. Yang menjadi masalah adalah bagaimana pertanggungjawaban terkait tulisan-tulisan itu? Tentu menjadi pertanyaan tersendiri.
  3. Asap dapur yang lemah. Asap dapur guru itu tidak tebal. Guru hanya berpenghasilan yang dapat mencukupi hidupnya, atau yang hanya bisa membuat semacam asap dapur biasa saja, tidak terlalu tebal. Paling tidak, kalimat itu cukup untuk menggambarkan bahwa penghasilan guru itu sederhana, sesuai dengan kehidupan yang sederhana.
Dari pembahasan di atas, maka dapat dilihat bahwa guru itu bukanlah merupaan suatu bidang profesi yang mudah. Perlu ketekunan dan keseriusan dalam menjalankan profesi seorang guru. Oleh sebab itu, guru perlu untuk diacungi jempol, mengingat akan tugas dan tanggungjawabnya yang tidak mudah itu. Guru juga perlu didukung dengan suatu hal agar asap dapurnya begitu terasa. Paling tidak, bisa makan enak walau tidak setiap saat.